Danau Asmara

November 20, 2009

Angin dingin musim gugur menerpa wajahku saat aku membuka jendela kamar dormitoryku. Masih cukup pagi, 6.30. Namun masih terlalu dingin juga. Terbayang dinginnya air shower, yang kebetulan pemanasnya rusak, menjadikan aku malas untuk segera beranjak ke kamar mandi. Kuterawangkan pandangan keluar jendela. Ribuan burung, entah apa spesies dan jenis kelaminnya – sumpah, aku bukan ahli soal perburungan!, terbang mengitari pepohonan di tepi danau di depan jendela kamarku.

Ada tiga danau di dalam kampus SCUN. Satu danau yang sangat luas, tepat di depan jendela kamarku. Dari tepi danau, kita bisa menyaksikan matahari tenggelam, asalkan tidak ada kabut yang turun. Berbatasan dengan jalan, ada danau buatan yang kecil, kira-kira seluas lapangan bola. Di tepi danau itu, tumbuh rapat tanaman seperti cypress. Sebagian pangkal pohonnya terendam air danau. Satu lagi, sebuah kolam yang lebih kecil, penuh ditumbuhi dengan teratai. Sayangnya, saat ini sedang tidak berbunga. Di tepi danau, banyak rumpun bambu menaungi bangku-bangku semen yang tampaknya disediakan untuk duduk-duduk berdiskusi, atau sekedar nongkrong.

Jadwal hari ini tak seberapa padat. Setelah semalam presentasi dan berdiskusi dengan Prof. Du, hari ini hanya kunjungan ke laboratorium lingkungan dan baca-baca literature. Jam 10, Lin Chong dan Leona akan membawaku ke laboratorium. Jadi masih cukup waktu untuk menikmati dinginnya pagi dengan segelas teh Tong Tji nasgitel.

Laboratorium lingkungan, tak lebih besar dari lab Fischer Trops yang kami kunjungi kemarin. Bedanya, hampir semua pelajar yang bekerja di lab ini berjenis kelamin perempuan. Hanya Lin Chong dan aku saja pejantan di sini. Tak ada yang menarik perhatian. Hanya segerombolan glass ware, timbangan, pH meter, fume hood dan perlengkapan standar lab lainnya. Kamipun tak menghabiskan waktu terlalu lama berada di sana. Segera aku ke ruanganku di lantai 7, dan menghabiskan hari yang membosankan tanpa internet itu.

Pukul 15.30, aku memutuskan untuk pulang lebih awal dari semestinya. Hawa dingin, dan kandungan oksigen yang lebih tipis dibanding Malaysia atau Indonesia, membuat nafasku terasa berat dan kepala pun agak nggliyeng. Mungkin semacam inilah kalau bermain bola di La Paz, Bolivia.

Kalau biasanya aku melalui jalan besar yang membelah danau besar dan kecil dekat penginapanku, kali ini aku memutuskan untuk mencoba jalan lain. Kususuri jalan setapak yang mengitari kolam teratai, dan juga kolam kecil di sebelahnya. Jalan setapak yang berliku, di antara rerumpunan bambu dan rimbunnya cemara. Bangku-bangku yang tersedia di sana, tidak kosong lagi, seperti yang sekilas terlihat tadi pagi. Empat orang tampak asyik memegang kartu. Entah game apa yang mereka mainkan, truf, bridge, atau sekedar sam gong. Di sebelahnya, tampak tiga gadis sedang asyik berdiskusi. Mungkin tentang mata kuliah, atau bahkan tentang gosip artis kesukaan mereka. Aku tidak tahu apakah di sini ada program heboh ala infotainment di tanah air sana.

Makin mendekat ke sisi danau. GANDRIK! Putune Ki Ageng Selo! Tiga atau empat bangku selanjutnya, berisi masing-masing sepasang anak manusia berlainan jenis. Antara malu sendiri dan rasa ingin tahu, sambil melintas kulirik mereka. Tak hanya diam. Mereka beraktivitas, bercumbu. Sesuatu hal yang  sangat jarang ditemui di dalam kampus di Indonesia atau Malaysia. Kubuang jauh-jauh pandanganku, kuhapus pikiran-pikiran kotorku, dan bergegas kuambil langkah seribu. Hari itu, mendadak aku menjadi sangat rindu, kembali ke kampung halamanku …

One Response to “Danau Asmara”

  1. itikkecil Says:

    kalo di palembang sini pak, bisa jadi makanan empuk Pol PP😆


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: