Lahire Wisang: Lelakoning Urip (bag. 1)

Juni 29, 2009

LAHIRNYA WISANG: SEBUAH PERJALANAN HIDUP

Sabtu, 13 Juni 2009

Sudah sejak pukul delapan pagi, Dewi mengeluhkan perut yang mulai tersa nyeri. Kontraksi terasa semakin sering dan berkelanjutan. Bukan braxton hicks, ini kontraksi beneran, katanya. Kami menunggu sampai Jasmine bangun, sarapan dan siap untuk berangkat ke klinik. Pekerjaan pertama sebelum berangkat adalah membujuk Jasmine untuk membatalkan acara belanja di Giant, dengan upeti akan dibelikan Play Doh, adonan mainan, pada kesempatan belanja berikutnya. Alhamdulillah, Jasmine mau mengerti, bahkan exciting mendengar bahwa adik sudah mau lahir.

Pukul sebelas, kami telah sampai di klinik yang hanya memakan waktu kurang dari 8 menit dari kediaman kami. Sabtu adalah hari libur. Beruntung selalu ada staf paramedis yang on call. Dewi menghubungi nomor ponsel yang tertera pada papan yang tertempel di pintu masuk unit gawat darurat. Sekejap ya, dia meminta kami menunggu sebentar. Dan lima menit kemudian seorang paramedis datang. Membukakan pintu unit ibu dan anak, kemudian mempersilahkan Dewi masuk. Aku memarkir mobil, kebetulan Auditya baru pulang ke Indonesia dan dia mempersilahkan aku memakai mobilnya sewaktu waktu, kemudian bersama Jasmine menyusul masuk ke ruang tunggu unit ibu dan anak.

Tak lama kemudian, datang lagi 2 paramedis. Yang satu berseragam, tampaknya baru saja pulang dari kunjungan ke rumah pasien. Satu lagi, berpakain preman, he..he.., bersama suaminya. Tampaknya perawat yang pertama mengkontak mereka untuk ikut menangani Dewi. Mereka segera menyusul masuk ke ruang periksa. Sementara aku mulai menurunkan tas berisi pakaian new born, dan juga perlengkapan Dewi, yang sudah ia persiapkan sejak sebulan silam.

Setengah jam berlalu. Jasmine mulai bosan berada di ruang tunggu, dan aku biarkan ia bermain-main di teras klinik. Akhirnya, Dewi keluar juga dari ruang periksa. Baru bukaan dua, pulang dulu aja, katanya, nanti pukul 4 disuruh ke klinik lagi untuk dilihat perkembangannya. Seluruh “peralatan perang”kembali aku masukkan ke bagasi. Jasmine nggak mau diajak pulang, dia kepingin ke Giant, dan menagih Play Doh-nya. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Giant, sekalian belanja untuk jaga-jaga kalau seandainya adiknya Jasmine benar-benar mau keluar hari ini juga. Berhubung situasi mewajibkan aku siaga satu, maka aku menghubungi teman-teman, bahwa aku tak dapat menghandle pengajian di kebun sayur Gambang, yang sedianya jadwal hari itu diamanatkan padaku karena Pak Ustad Cikgu Anwar dan Kang Yudi yang biasanya bertanggungjawab atas event ini sedang menjumpai Ustad Cahyadi di KL. Akhirnya Pak Yoyo dan Cak Joe yang sedang sibuk di Pekan ketiban sampur untuk melaksanakan tugas tersebut.

Mampir sejenak di rumah untuk ganti baju, kan gak lucu shopping Dewi masih pakai lilitan sarung di pinggangnya, makan siang dan shalat dhuhur, kami melaju ke arah bandar Kuantan. Alhamdulillah, dengan mudah kami mendapatkan spasi parkir, sesuatu yang sangat susah didapat di Giant, terutama pada saat penghujung minggu. Sasaran pertama jelas berburu Play Doh, yang sudah membuat Jasmine termimpi-mimpi selama beberapa hari terakhir. Berikutnya adalah belanja mingguan. Kami memutuskan untuk tidak membeli bahan-bahan basah seperti daging, ayam dan ikan, dengan pertimbangan tidak akan sempat mengurusnya, karena kami berencana untuk langsung ke klinik selepas berbelanja.

Tanpa terasa sudah puku16.15. Perawat klinik baru saja mengkontak ponsel Dewi. Kami pun segera menyelesaikan urusan berbelanja dan langsung meluncur ke klinik. Selama berbelanja, perut Dewi masih terus nyeri dan berkontraksi. Seperti paginya, sesampai di klinik Dewi langsung masuk ke ruang periksa. Setengah jam lagi. Dan belum ada perkembangan lebih lanjut. Pulang lagi ke rumah. Menunggu lagi.

(bersambung)

6 Responses to “Lahire Wisang: Lelakoning Urip (bag. 1)”

  1. itikkecil Says:

    congrat pakde…..
    *nunggu yang bagian kedua*

  2. adipati kademangan Says:

    Jasmine mau punya adek lagi, eh sudah punya yah sekarang…

  3. mbelGedez™ Says:

    .
    Kok belom ada sambungannya….???

  4. sedjatee Says:

    kulanuwun mas… ndherek tetepangan… nyuwun dipun keparengaken maos seratan panjenengan,.. wah, nyamleng sadaya… salam pasedherekan…

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

  5. ryodimas Says:

    saya ryodimas, salam kenal yah…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: