Ketika Cinta Harus Memilih

Februari 12, 2008

Bukan. Bukan judul novel, atau lagu, apalagi judul sinetron. Hari-hari yang telah aku lalui, 24 jam sehari masih menyisakan ruang 2 – 3 jam untuk jalan-jalan di dunia maya. Namun, semuanya telah berubah. Ujug-ujug. Mak bedunduk. Laboratorium seakan menjadi penjara baru. Lembar demi lembar jurnal pun menjadi rapalan baru. Tak ada waktu lagi. Maka cinta pun harus memilih. Harus ada yang mengalah atau dikalahkan. Harus ada yang berkorban atau dikorbankan. Demi sesuatu yang lebih besar. Demi sesuap nasi yang harus didapatkan. Demi segantang harapan yang harus senantiasa dikorbankan.

Bukan. Bukan hendak hibernasi. Bukan hendak mati suri. Apalagi niatan bunuh diri. Hanya sekedar ngudoroso, cukupkah 15 menit berkeliaran di dunia maya, menyapa teman-teman, menuangkan pikiran dan perasaan dalam rangkaian kata-kata? Secara nalar, jauh dari cukup. Namun itulah yang terjadi. Itulah kenyataan yang harus dihadapi. Mau apa lagi? Ketika cinta harus memilih, dunia nyata pun menjadi prioritas utama.

Wis to? Jelas? Mudheng? Clear? Aku nggak hendak istirahat dari ngeblog-ngeblogan. Namun mungkin frekuensi posting akan menurun jauh, serta mungkin tak lagi ditemui sampah-sampah atas namaku di halaman muka sampeyan. Mungkin sesekali. Atau dua tiga kali. Dalam beberapa kasus, boleh jadi berkali-kali. Wis yo???

4 Responses to “Ketika Cinta Harus Memilih”


  1. selalu ada waktu , selalu ada cara..

  2. edy Says:

    senangnya…😀

  3. tancepkayon Says:

    @Iman Brotoseno
    waktu dan cara, mudah-mudahan saat ini juga aku telah menemukannya mas
    @edy
    senangnya hatiku juga …

  4. Ndoro Seten Says:

    cinta lagi,
    cinta lagi!!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: