Aku Terindikasi Korupsi!

April 23, 2007

Di tengah-tengah gencarnya aksi pemberantasan korupsi yang dilakukan baik oleh KPK, Kejaksaan maupun Timtas Tipikor, terhenyaklah aku pada satu kenyataan. AKU TERINDIKASI MELAKUKAN TINDAK PIDANA KORUPSI!!! Terbayang wajah-wajah Widjanarko Puspoyo, Rokhmin Dahuri, Syaukani HR, Suwarna AF, dan lain-lainnya, entah yang saat ini ditahan di LP maupun terbaring pura-pura sakit. Jelaslah betul-betul nggak enak membayangkan kalau diriku terpaksa harus seperti itu.

Kejahatan korupsi yang aku lakukan sebenarnya telah berlangsung setidaknya satu tahun terakhir ini. Aku baru sadar setelah berniat memasang banner AKU NGGAK KORUPSI, sebagai wujud kepedulian dan dukunganku terhadap gerakan anti korupsi. Namun yang terjadi adalah justru pergolakan hebat dalam batinku. Sudahkah apa yang aku nyatakan sebagai bukan koruptor ini benar-benar telah aku kerjakan? Atau sekedar basa-basi saja? Saat itulah aku mencoba melihat diriku sendiri. Dan hasilnya, sungguh mengejutkan. Aku ternyata telah terindikasi melakukan kejahatan korupsi!

Mempergunakan fasilitas perusahaan untuk keperluan pribadi.

Laptop, handphone, kamera digital, scanner, flash disk, dan lain-lainnya, secara sadar telah aku pergunakan untuk keperluan pribadiku. Dari sekedar menulis artikel untuk blog (TERMASUK POSTINGAN INI), sampai menulis buku atau sekedar catatan ringan. Atau nelepon kolega yang tak ada hubungannya dengan kerjaan. Juga motret-motret obyek aneh. Dan masih banyak lagi. Bhakan sudah hampir tak bisa dibedakan apakah itu fasilitas perusahaan atau fasilitas pribadi.

Korupsi waktu

Minimal dua jam sehari ternyata aku menggunakan waktu kerjaku untuk hal-hal yang tak berkaitan dengan pekerjaanku. Terutama browsing, blogging, atau ndobos dengan rekan kerja. Atau minggat pas jeda makan siang, tapi kembalinya menjelang jam kantor berakhir. Alasannya sih, bisa beragam, dan kadang dipaksakan nggathuk dengan kerjaan kantor. Entah cari data (padahal cuma nginjen wordpress), riset pasar (padahal survei cari sepatu voli yang baru), ketemu klien (padahal kopi darat sama teman lama), atau ngasih kuliah tamu (wow, kalau yang ini ngoyoworo, ojo digugu!).

Ngembat bandwith

Jelas-jelas perusahaan memfasilitasi koneksi internet itu untuk keperluan pekerjaan, e lha kok aku tega-teganya nyerobot untuk keperluan pribadi. Bukannya nyari bahan untuk nyusun proposal proyek, eh malah nyari resep masakan cina. Bukannya browsing data statistik, eh malah download novel. ATau bukannya ngelola e-newsletter buat klien, e malah sibuk chat-chit, blog-blig sing nggak mutu.

Potensi kerugian perusahaan

Katakanlah fasilitas perusahaan yang aku pakai adalah laptop, ponsel, kamera digital, flash disk, scanner, printer, active speaker, itu kira-kira bernilai 20an juta. Terus waktu yang aku pakai selama jam kerja = 2 X 300 (asumsi 300 hari kerja dalam 1 tahun) = 600 jam. Perjamnya bila dihitung 50.000,- maka kerugian selama satu tahun adalah 30 juta. Bandwith, misalkan setara dengan langganan broadband internet, anggaplah fixed 300 ribu perbulan, maka satu tahun bernilai 3,6 juta. Jadi total potensi kerugian perusahaan akibat ulah kriminalku adalah sekitar 53,6 juta.

Nggak seberapa memang, apalagi jika dibandingkan dengan sekian puluh milyarnya Widjanarko, Syaukani, atau 1,8 T nya ECW Neloe cs. Tapi pada dasarnya kejahatan tetaplah kejahatan. Sedikit atau banyak, yang haram tetaplah haram. Seorang khalifah Umar r.a. mematikan lampu minyaknya disaat beliau menerima tamu untuk keperluan pribadi. Terlalu jauh untuk bisa meneladani seorang Umar. Jadi apakah yang harus aku lakukan, untuk menebusnya? Mengembalikan potensi kerugian perusahaan? Atau ngaku kepada pemilik perusahaan dengan harapan bisa diampuni? Atau diam-diam saja seolah-olah tak terjadi apa-apa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: