KAPAN KAWIN, KAPAN, KAPAN???

April 12, 2007

Pagi hari tadi, berangkat ke kantor, mataku sempat tertohok oleh baliho besar melintang di atas jalanan, di dekat kawasan perumahan Lembah Baliem Bayeman Permai. Sebuah iklan rokok LA (banyak yang menyangka singkatan dari Los Angeles, padahal sakjan-jane Lor Alun-alun), dengan tulisan besar-besar yang cukup provokatif: KAPAN KAWIN, KAPAN, KAPAN???!! Mak nyuut, langsung terlintas di kepala oknum-oknum macam Anto, Joe dan yang bernasib sial lainnya.

Jadi teringat pula cerita Kang Bedor yang tak kawin-kawin, padahal uban sudah mulai bertumbuhan di sela-sela rambut hitamnya. Sampai-sampai dia malas datang ke acara-acara yang memungkinkan dia bertemu kerabat-kerabatnya. Paling-paling pertanyaan basi: “Kapan nih kawinnya?”, lebih-lebih kalau acara itu resepsi pernikahan: “Kapan nyusul?”, “Tak colongke kembange manten lanang po, ben ketularan?” dan lain-lainnya.

 

Pada suatu saat Kang Bedor dapat undangan manten dari sepupunya. Saat itu pula yang terpikir di benaknya adalah menyiapkan jawaban yang cespleng buat menghentikan pertanyaan basi yang pasti ditanyakan (bahasa kerennya frequently asked question, FAQ, atau fitakonan akeh qang-nakokke). Sampai di tempat, dia belum juga kunjung menemukan jawabannya. Akhirnya dia hanya bisa mengangguk kelu saat Pakdhe Suro mendekatinya, menepuk-nepuk pundaknya dan bertanya: “Kapan nih nyusul?”

 

Tanpa menunggu acara selesai, Kang Bedor pulang. Di perjalanan, telepon seluler di kantong celananya mak srendut-srendut pertanda ada panggilan masuk. Ternyata hanya sebuah pesan pendek, yang cukup mengejutkan: “Budhemu sing Wirobrajan meninggal tadi siang jam 11.00, dimakamkan sore ini”. Meskipun dia tahu bahwa budhenya itu memang sudah lama sakit, tapi berita meninggalnya beliau tetap saja mengejutkan.

 

Maka Kang Bedor tak menunggu sampai rumah, dia langsung membelokkan motornya menunju Wirobrajan. Setalah memarkir dan mengunci roda motornya, maklum maling motor saat ini nggak kiro-kiro, meskipun orang susah, kalau ada kesempatan yang diembat saja, Kang Bedor masuk ke rumah duka. Ndilalah, ketemu Pakdhe Suro yang tadi siang bikin bete dengan pertanyaannya. Spontan, Kang Bedor mendekatinya, menepuk-nepuk pundaknya, dan bertanya: “Kapan nih, nyusul?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: