Bahasa Jawa Yang Kaya Rasa

Januari 29, 2007

Dari sedikit bahasa yang aku kuasai, kelihatannya bahasa Jawa lah yang memiliki perbendaharaan kata paling banyak di antara bahasa-bahasa lainnya. Tengoklah beberapa perbandingan ini, kata makan (eat, meal, dine, apalagi?) dalam bahasa Jawa bisa kita peroleh padanannya seperti: dhahar, nedha, bujana, mangan, maem, nyaplok, nguntal, ngeleg, mbadog, nyekek, nothol, ada lagi?? Atau kata gila, sakit jiwa, dalam bahasa Jawa bisa kita temui padanannya: edan, kenthir, koclok, gendheng, gemblung, samin,slethek,…. Masing-masing kata ternyata mewakili kondisi yang berbeda pula. Sama-sama berarti sakit perut, namun lain rasanya untuk sebah, mbedhedeg, senep, kembung, mules.  

Untuk soal garis keturunan, tampaknya bahasa Jawa memiliki perbendaharaan yang lengkap, baik dari sisi manusia maupun dari makhluk lain. Sampai keturunan kesekianpun, dalam bahasa Jawa ada istilahnya: anak, putu, buyut, canggah, udheg-udheg, gantung siwur, galih asem, debog bosok, dan seterusnya (maaf mungkin nggak urut). Di dunia binatang, hampir semua junior memiliki nama sendiri: cempe anak wedhus, pedhet anak sapi, cemeng anak kucing, kirik anak asu, kuthuk anak pitik, meri anak bebek, minthi anak menthok, piyik anak doro, tobil anak kadhal, bledug anak gajah, gogor anak macan, kowe anak munyuk, hehehe… 

Maaf, aku sering kesulitan menggunakan bahasa Indonesia untuk menggambarkan istilah atau kalimat dalam bahasa Jawa dengan tepat. Salah satu kalimat yang sampai saat ini belum berhasil aku terjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan sempurna adalah: “Pitikku mati kunduran trek”.
Ada yang bisa membantu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: